Benarkah Pesan-pesan WA bisa menginspirasi Ruqyah Mandiri.

Benarkah Pesan-pesan WA bisa menginspirasi Ruqyah Mandiri. Dan banyak yang mendapatkan solusi / kemajuan dalam menggapai kesehatan?

Silakan membaca sampai selesai.

+++++++++++++++++++++++

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabbarrakaatuuh.
Teman2ku yang semoga Alloh Karuniakan Rahmat dan AmpunanNya. Ditentramkan hati dan jiwanya, dimudahkan mentaati perintah Alloh dan RosulNya, ditambahkan pemahaman ilmu pengetahuan sesuai kapasitas yang dianugerahkan kepada kita. Aamiin.

Mari mencoba mencermati apakah bisa diterima akal bahwa sebuah pesan chating, tulisan bisa mempengaruhi seseorang?
Seperti halnya seserong yang bunyikan musik, entah di sadari atau tidak kaki turut bergoyang.

Ketika melihat kecelakaan, bisa memunculkan rasa sedih.
Ketika mendengar berita duka, juga sama memunculkan niat dan tindakan / sikap akan berbuat apa mensikapi berita itu.

Artinya disadari atau tidak badan kita di pengaruhi oleh informasi yang masuk ke kita melalui nikmat indera kita.
Sebagai gambaran saja :

Ada keluarga yang memberitakan hanya melalui WA / SMS bahwa orang tuanya sakit, anaknya sakit.

Maka tindakan kita dipastikan bereaksi, mencari tahu kebenaran berita itu, jika diyakini berita itu benar, maka reflek kita langsung berangkat menuju orang tua / anak tak memperdulikan kesiapan mental, keterbatasan dana, ketidak adaan kendaraan. Tapi Judulnya fokus bagaimana cara supaya sampai ke tujuan / orang tua / anak.

Renungkan benar apa tidak gambaran di atas.

Pelajarannya adalah:
Sebuah berita hanya melalui WA / SMS yang mengandung kebenaran memiliki kekuatan dasyat memindahkan seseorang dengan sangat cepat.

Beberapa orang anak di perantauan mendapati berita melalui WA / SMS dari keluarga kampung maka kekuatan berita itu akan menggerakan seluruh anakknya berangkat pulang kampung, tak peduli anak itu sedang memiliki kekuatan untuk pulang apa tidak, namun pesan dari WA/SMS itu dengan dasyat spt menghipnotis / memberi kekuatan / memberi semangat ke seluruh anak-anaknya segera pulang dengan cara apapun.

Lalu pesannya apa pak Tri?
Dalam kajian saya, pesan-pesan yang saya tuliskan di WA, apabila pesan itu mengandung pesan kebenaran, maka kekuatan pesan kebenaran yang diyakini oleh pembacanya spt memiliki kekuatan untuk merubah cara fikir lama.

Pesan yang dibenarkan oleh yang membaca, jadi kekuatan pesan ada pada meyakini bahwa pesan yang disampaikan itu ada benarnya. Disinilah titik inti bahwa pesan yang dibenarkan akan menggerakkan fikiran dan ujungnya juga tindakan.
Tidak perca dengan gambaran di atas.

Mari coba kita buktikan kembali bahwa pesan yang dibenarkan pun dapat menjadi perusak yang sangat dasyat.

Berapa banyak dunia medsos yang berkembang pesat saat ini, mempu menjadi sarana bermaksiat dan menghancurkan keluarga.
Kata kuncinya adalah PESAN YANG DIBENARKAN itu yang menjadi penggerak tindakan.

Pesan yang dibenarkan tadi mempengaruhi fikiran mempengaruhi hati dan mengubah tindakan ragu menjadi keyakinan lalu bertindak / melangkah.

Nah sekarang sampai pada inti pesan yang saya ingin sampaikan.
Perhatikan kisah WA keluarga kampung ke anaknya di perantauan. Ada proses double check sebelum melakukan tindakan pulang kampung. Artinya mencari kebenaran pesan tadi baru bertindak. Setelah diyakini kebenarannya baru bertidak dan berangkat.

Bandingkan dengan pesan yang berunsur ketidak baikan / ajakan bermaksiat, ini dilakukan tidak dalam 1x pesan, melainkan pesan yang berulang baru muncul tindakan / menggerakan seseorang lalai dan bermaksiat.

Artinya adalah
Setan membutuhkan beberapa x bisikan untuk mempengaruhi manusia berbuat jahat, merusakkan dirinya, dan meninggalkan pesan yang benar yang bersumber dari quran dan sunnah.

Sementara pesan-pesan quran itu pasti kebenarannya, jika kita meyakini kebenaran pesan dalam quran dan hadist maka tindakan kita bisa di gambarkan spt anak-anak yang menerima berita WA dari orang tuanya di kampung tadi.

Tanpa pikir panjang langsung fokus menuju tujuan.
baca kisah bagaimana setan memperdaya nabi kita adam dan ibunda siti hawa. Tidak langsung diterima lho pesan yang disampaikan setan. Namun kegigihan setan dalam meracuni fikiran itu mengubah cara fikir ibunda siti hawa dan nabi adam.

Lalu kaitannya dengan grup ini apa pak tri?
Di grup ini, atau grup ruqyah lainnya saya mendapatkan banyak yang masih kesulitan untuk move on dari keadaan terperdaya ke keadaan yang lebih nyaman dalam ketaatan pada perintah Alloh dan RosulNya.

Bukan pesannya yang salah, bukan peruqyahnya yang kurang baik / sholeh, tapi KITA YANG RAGU MEMBENARKAN PESAN YANG PALING BENAR QURAN / DOA baik dari hadist maupun doa bahasa kita sendiri atau bisa jadi kita tidak mengerti / memahami / meyakini / bahwa pesan itu benar dan mengandung kebenaran untuk kebaikan kita manusia.

La hawla wala quata ila billah.

Jadi masih mau menyalahkan orang lain karena dirimu tak bahagia? Sehingga lemahnya membenarkan pesan itulah yang menghambat kita mentaati perintah Alloh dan RosulNya.

Untuk menambah keyakinan.
Ada Pesan dari orang kampung memberitakan melalui WA bahwa orang tua sakit. Lalu kita anggap pesan itu HOAK, maka kita tidak melakukan tindakan apapun, karena kita tidak membenarkan pesan dari orang yang bisa di percaya.

Kesimpulannya?
masih mau menyalahkan orang lain (ini seluruh orang ya, suami/istri/anak/orang tua/ tetangga/ teman dlsb) karena kita tidak bahagia.

Lihat diri kita yang bermasalah bukan mencari kesalahan orang lain.
Semoga dengan tulisan di atas menjadi gambaran bahwa pesan-pesan/tulisan-tulisan pak tri yang di WA baik japri maupun di grup yang dianggap memiliki kekuatan, bisa menjadikan takut dlsb, atau langsung buang air itu mentah / tidak benar.

Yang benar adalah benarkan pesan yang di kirim, apabila pesan itu mengandung kebenaran. Dan tolak pesan yang dikirim jika menandung mudhorot / maksiat.

Bukan kebenaran tulisan tapi kebenaran kandungan / makna pesan yang benar.

Contoh:
Pesan yang terkandung dalam doa.
Audzubillahiminas syaithonirrojiim.

Pahami, makna doa itu berdoalah berulang x, resapi, rasakan, dan yakini bahwa doa ini benar-benar menjadikan kita hanya berlindung kepada Alloh.

Itu kunci utamanya.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi saudara lain untuk semangat ruqyah mandiri.

admin Mastri

Admin Mas Tri