HUTANG adakah kaitanya dengan hati?

Buku Terjemahan Riyadus Shalihin Halaman 314, Poin hadis #1376, Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, _“Semoga Alloh memberi *Rahmat* kepada seseorang yang bermurah hati sewaktu menjual, bermurah hati sewaktu membeli, dan bermurah hati ketika menagih hutang”_ (HR. Bukhori)

Hutang itu tidak menentramkan, sering kita dengar cekcok gara-gara menagih hutang, pun kita sering dengan yang punya hutang sulit di tagih, alesan saja. Sisi lain juga sering kita dengar orang yang kaya tapi “PELIT” dipinjamin dikit saja tidak di kasih.

Bagi saudaraku yang memiliki hutang, ketika ada kekuatan membayar bayarlah, jika belum ada kekuatan membayar,  datangi dan katakana dengan jujur kepada yang membantu kita. (Yakinlah ketulusanmu berbuat baik akan memperoleh pertolongan Alloh menyelesaikan masalah lainnya.)

Bagi saudara lain yang kaya telah meminjamkan kekayaannya namun  yang sulit di tagih, doakan saudara kita itu menjadi baik.  Semoga dengan doa yang baik menghindari kita dari bertambah dosa.

Saudaraku, berapa banyak kita mengumpulkan dosa dalam jual beli dan hutang piutang? Mulai besok mari kita sama-sama mengajak hati, jiwa, dan raga kita untuk berlindung kepadaNya dari segala perilaku dosa.  Misalnya dengan doa sederhana *“Ya Alloh, Ya Rohman, Ya Rohiim, bimbing saya dalam menjalani nikmat hidup esok dan selanjutnya, la haula wala quata ila billahi alaiyil adhim”*  isi hati dengan doa itu dan resapi sepenuh hati, dan evaluasi selama satu minggu kemudian, apa yang akan Alloh rubah dalam menjalani kehidupan.  Jika pean tulus iklas dalam berdoa dan berharap hanya kepadaNya, maka *ketentraman hati akan menjadi buah dari doa yang dipanjatkan*.

Silakan mencoba, semoga Alloh memberikan Karunia dan RahmatNya, kita diberikan kemampuan untuk terus bersyukur atas segala nikmatNya. Amiin.

 

Silakan Share Group kita (Terapi hati dengan Qurani)

https://chat.whatsapp.com/KRn0hwCfblKDc1D3mz7wVT

admin Mastri

Admin Mas Tri