Jalanku terhenti di Gunung Halimun

Jalanku terhenti di Gunung Halimun.

1 mushola, 50 kk dan satu-satunya kampung yg saya temui ditengah gunung halimun mendapat jamuan disebuah rumah panggung, seorang ibu bersama cucu Yatim.

Sulit aku mengerti, namun itulah kehidupan manusia yang semua adalah milikNya. Seorang Gadis 17 tahun yang awalnya menolak kalimat ajakan menikah dari seorang Bapak berusia mendekati 70 tahun, Ibu gadis juga terheran-heran belum bisa mengerti, karena putrinya berbalik bersedia menikah setelah pergi dan diajak makan ikan bakar. Ibu ini bercerita bahwa hubungan suami istri yang layak disebut kakek dan cucu ini seperti halnya pasangan muda yang baru menikah.  Sayang usia pernikahan mereka hanya berkisar 3 tahunan dengan karunia seorang putra yang saat ini berusia sekitar 4 tahun dan telah menjadi Yatim.  Putra yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya ini harus relah tinggal bersama neneknya di rumah panggung di tengah perkebunan TEH yang hanya ada sekitar 50 KK.

Sang Ibu muda ini akhirnya bekerja mencari nafkah pada orang Korea di sekitar Tangerang, bukan bekerja yang nyaman namun diceritakan spt terisolasi, sulit komunikasi, dengan Ibunya, bahkan untuk keluar membeli pulsa saja harus berbelit meminta ijin pada security.

Saudaraku yang sedang mencari kesembuhan, Kita sudah banyak diberikan nikmat oleh Alloh SWT. Kemudahan rejeki, kemudahan ilmu pengetahuan dan kemudahan lainnya.

Lantas masihkah kita kurang nikmat? dibandingkan dengan masih banyaknya saudara kita yang jauh lebih sulit dari kita kawan?

Berhentilah mengeluh, mari perbanyak syukur.
Mari Perbanyak Sedekah dari yang terdekat terlebih dahulu.
Mari perbanyak mengaji dan mengkaji Quran dan sunahNya, agar hati, jiwa, raga kita selalu terarah oleh cahaya milikNya,
Betapa kufur nikmat itu hanya akan menyiksa dan membuka pintu-pintu syetan pada diri kita sendiri.

Masih banyak diluar sana yg memiliki keterbatasan fasilitas kehidupan tidak menyurutkan mereka untuk tetap bahagia dan bersyukur.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?.

Semoga menjadi inspirasi kepada teman-teman semua dalam rangka menggapai RahmatNya.

Semoga bermanfaat, dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan.

admin Mastri

Admin Mas Tri