Keberhasilan Terapi Mandiri

Lanjutan Kisah Penelusuran Penyakit Hati

Minggu pertama Ramadhan 1937 H.

Seorang Bapak diajak Pak Anto datang kerumah untuk sekedar bercerita tentang perjalanan hidupnya yang penuh dengan lika-liku yang sulit untuk dimengerti.  Sebut saja Bapak Yono, berusia sekitar 51 tahun, wiraswasta yang tidak hanya terpaku pada satu bidang usaha.

Keberhasilan dalam usaha cetakan menjadikannya melirik usaha Rental Mobil yang lumayan cukup banyak hingga mengelola sebanyak 5 mobil rental milik sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, masalah selalu muncul dan harta yang dikumpulkan cepat pergi tidak meninggalkan bekas.  Keberhasilan ini dilengkapi dengan putrinya yang pertama dapat diterima sebagai pramugari pada perusahaan penerbangan ternama, sayangnya sang putri tidak bertahan lama bekerja sebagai pramugari tersebut karena sakit “seperti linglung”, usaha kesana kemari belum membuahkan hasil untuk kesembuhan putrinya, sampailah pada sebuah pengobatan alternatif yang meminta disediakan Rp. 17,ooo,ooo supaya putri kesayangannya dapat disebuhkan dari penyakit linglung yang menurut analisa dari pengobatan tersebut linglung putrinya dikarenakan kerjaan iseng mantan pacarnya.  Usahanya dalam menyediakan dana untuk putrinya hingga membawa Pak Yono  pulang kampung untuk menjual harta warisan yang dimilikinya di Purworejo, dan ternyata kesulitan memperoleh dana untuk putri kesayangannya.

Rupanya keberhasilan materi ini tidaklah mulus membawa kebahagiaan dalam hidupnya.

Lantas pertanyaan saya kepada Pak yono adalah “Tujuan Bapak ke sini untuk apa”

Pak Yono menjawab ingin sekedar bertukar fikiran siapa tahu dapat meringankan  beban hidupnya.

“Baik” kata saya.

“Mari kita memohon pertolongan Alloh SWT, bersholawat kepada nabi paling mulia di dunia Nabi Muhammad SAW, serta kita memohon petunjukNya, semoga dengan Rahmat dan RidhoNya, kita diberikan pencerahan alam obrolan kebaikan malam ini.”

Kamipun perdoa memohon kepada sang Pencipta.

Saya memulai dengan cerita sesuai anugerah pengetahuan yang diberikan pada saya.

“Filosofi sederhana seperti siapa yang menanam padi akan memanen padi.  Apa yang terjadi pada Bapak bisa jadi sebuah panen dari tanaman Bapak sendiri pada masa lalu atau bisa juga ujian dari sang Pencipta, atau seabrek analisa manusia. Namun yang jelas Alloh SWT yang paling tahu apa, mengapa dan cara apa masalah itu untuk Bapak. Jika demikian maka Yuk datang kepadaNya, memohon AmpunanNya, agar dengan Ampunan tersebut hati kita bisa ditentramkan, dengan anugerah ketentraman tersebut kita diberi anugerah lain berupa bijak mensikapi setiap masalah kehidupan, dengan anugerah bijak tersebut semoga Alloh lebih memudahkan kita menuntun jalan yang lurus minimal jalan menuju penyelesaian dari masalah yang sedang di hadapi.  Jadi kuncinya adalah: Ingat Alloh SWT, Sholawat, Mohon Ampunan dengan sungguh-sungguh baik hati jiwa dan raga kita, benar-benar dirasakan dengan sepenuh hati dan jiwa kemudian efeknya adalah rasa plong dalam dada, atau seakan-akan dada terasa NYES.” Jika yang dirasa bukang rasa plong, nyes, namun rasa galau, kacau atau sesek dada, maka kita harus mengajak hati, jiwa, raga kita datang kepada PemilikNya dengan sungguh-sungguh dengan kata lain pasrah/menyerah secara totalitas, jika kepasrahan tersebut dengah sungguh-sungguh maka ketentraman pasti diberikan oleh Alloh”.  “Ingat : siapa yang mengingat Alloh dalam hatinya maka hati menjadi tentram”.

Saudaraku:

Ketika ajakan itu benar-benar dicoba diresapi oleh Pak Yono, dia merasakan tangannya bergetar, dada sesek, berkecamuk, badan bergetar, bersendawa, dan serasa seperti masuk angin, keringat bercucuran.

Kemudian saya sampaikan sbb:

“Tenang Pak, jika Bapak memiliki amalan-amalan tertentu mohonlah AmpunanNya, siapa tahu amalan-amalan itu tidak disukai oleh Alloh SWT, Alloh pasti tahu apa yang ada di hati Bapak terus dan usaha terus untuk menyerah pada Alloh SWT sebisanya.”

“Demikian saya sampaikan berulang, sambil beberapa kali saya membacakan Al fatihah, Al-Ikhlas, An Nas, dan 10 ayat Al-Baqarah yang sering dibaca secara umum.”

Tak terasa waktu sahur tiba, dan kami mengakhiri obrolan kami.

Sebelum mereka pulang saya meminta pendapat Bapak Yono, apa yang diperoleh dari hasil obrolan malam ini?

Pak Yono, menyampaikan sbb:

“Saya merasa Plong dalam dada saya dan saya harus berusaha untuk taat dan memperbaiki ibadah saya”

Saya sampaikan, “Bersyukurlah Pak semoga dengan adanya kita suka berbagi Alloh menambah ilmu pada kita semua.  Dan mengenai Rp. 17,000,000 tadi, pendapat saya bersedekahlah karena Alloh SWT, kemanapun Bapak bersedekah silakan saja, tentu jika ragu tanyakan pada ustadz atau DKM di masjid terdekat, bukan ke Pengobatan Alternatif.  Meskipun saya mengelola Yayasan untuk Anak Yatim di lingkungan kami, saya pun tidak menawarkan agar bersedekah pada kami, karena kami yakin Alloh telah mengatur jalan rejeki setiap orang.”

Saudaraku:

Masalah terjadi bisa jadi ulah kita, sungguh kita akan semakin rugi jika keberadaan masalah tersebut tidak kita sikapi sebagai panggilan pada kita dan keluarga kita agar lebih sering datang kepada Sang Pencipta.  Karena sesungguhnya Dialah yang paling tahu bagaimana masalah kita akan diselesaikan.

Semoga bermanfaat.

 

Admin ini  : berusaha di Percetakan CV.Duta Pariwara