Kisah Menemukan Sumber Masalah

1 Hari menjelang Ramadhan 1937 H.

Seorang Bapak yang baru saja kami kenal di Kebayoran Lama Datang Kerumah karena tertarik dengan sebuah kalimat sederhana yang merupakan jawaban dari pertanyaannya yang umum sebagai orang yang berjualan jasa desain dan cetak.  Pertanyaan Bapak ini sebagai adalah “Bagaimana Pak? Banyak order”

Jawaban saya adalah: “Alhamdulillah, Order itu bukankah sudah diatur sama Sang Pencipta, ketika kita belum ada order artinya Alloh meminta waktu kita untuk selalu mengingat dalam seluruh aktivitas, sehingga dengan cara itu hati tetap tentram”

Pada pertemuan itu obrolan kami cukup panjang. Secara pribadi saya menyimpulkan bahwa obrolan kami berkisar masalah kehidupan yang seakan sulit ketemu ujungnya, dengan kata lain selalu saja ada masalah yang tak kunjung selesai, baik dari masalah ekonomi, rumah tangga, anak, istri, tetangga, teman dan seabrek masalah Anto “naman samaran”.  Diujung obrolan Pak Anto meminta ijin untuk bisa datang kerumah dan saya pun mempersilakan untuk sekedar silaturahiim.

CURHAT YANG KURANG TEPAT

Jam 21:30 Pak Anto benar-benar datang kerumah setelah berulang kali menghubungi saya melalui telepon karena kebetulan hari itu saya banyak acara di luar.

2 Gelas kopi disuguhkan istri saya sembari menemani obrolan kami yang ringan seputar perjalanan kehidupan yang warna-warni, dalam obrolan ini sekilas Pak Anto menceritakan masalah ekonomi yang selalu terasa kurang, anak yang tidak mau sekolah,  istri yang digodain teman kerjanya.  Namun saya membatasi untuk tidak menceritakan detail persoalan dikarenakan jika diceritakan akan menimbulkan dosa baru karena saya bukan tempat CURHAT yang tepat.

Setelah mendengar cerita Pak Anto, saya meminta Pak Anto untuk mengingat kembali masa mudanya apakah pernah belajar ilmu bathin pada sebuah perguruan? dan Pak Anto menjawab iya meskipun tidak sungguh-sungguh, dampak dari pengamalan ilmu itu Pak Anto tidak memiliki rasa takut pada siapapun bahkan siapapun yang mengancam mundur dengan sendirinya, pernah mau dikeroyok sekelompok orang namun juga tidak jadi, padahal Pak Anto hanya dengan tangan kosong, seakan ada kekuatan lain yang membuat orang gentar terlebih lagi jika Pak Anto terlihat marah.

Kemudian saya mencoba memberikan saran sesuai pengetahuan saya.

Umumnya masalah itu lebih banyak buah dari perilaku kita sendiri, sayangnya kita tidak cukup waktu untuk memperdalam pengetahuan agama sehingga perilaku negatif akan mewarnai kehidupan seseorang setiap hari.  Perilaku negatif dimulai dari hal yang kecil-kecil misalnya memainkan nilai kwitansi, berbohong, ingkar janji, menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal tidak bermanfaat dan banyak lagi.  1x Bohong akan berlanjut pada dusta lainnya.

Yuk mari kita tobat sebisa kita, semoga dengan pertobatan ini mampu membeningkan hati dan hati yang bening lebih mudah untuk melihat dan memprioritaskan hal-hal mana yang sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu.  Sekilas saya menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan penyakit hati, penyembuh luka hati hanya ada satu cara yaitu “Memohon ampunan Sang Pencipta”

Pak Anto ketika diajak berdoa memohon ampunan atas dosa-dosanya, terjadi sesak napas, batuk dan maaf “muntah” hal ini terjadi berulang kali dan kadang kami mengajak pak Anto untuk menggunakan tips ruqyah sederhana sebagai salah satu cara untuk menyembuhkan penyakit hati.  Beberapa X Pak Anto badannya bergetar hebat, ketika dibacakan ayat-ayat Quran.  Punggung terasa kaku, pundak kaku dan kejang namun tetap sadar.  Kejadian itu berlangsung hingga Fajar.

Diakhir cerita saya sampaikan jika ingin sembuh maka mulai dari sekarang isi hati kita dengan selalu mengingat Alloh SWT, perbanyak sholawat dan membaca Quran sebisanya, semoga dengan aktivitas yang baik tersebut Alloh arahkan kita ke jalan yang lebih lurus dan lebih tentram.

Kesan yang Pak Anto rasakan sebelum berpamitan pulang adalah “Badan terasa enteng, hati terasa plong meskipun belum sepenuhnya segar”

Saya yakinkan pada Pak Yanto, bersyukurlah, karena dengan sedikit pengetahuan kita diberikan kesempatan berbagi dan semoga dengan terus bersyukur tersebut Alloh tambah nikmat lagi.

Apa yang bisa diambil kesimpulan dari cerita di atas?

Terbatasnya ilmu pengetahuan kita tentang kesadaran hati, jiwa dan raga kita bisa berakibat timbulnya masalah yang tak kunjung selesai, solusi sangat tepat mudah dan murah adalah “Datang kepada Alloh SWT, melalui syariat Nabi Muhammad SAW” maka perlahan namun pasti hati menjadi tentram.

Ketika hati kita tentram, seluruh aktivitas kita akan terjaga dari perbuatan-perbuatan maksiat, dan dampak dari aktivitas yang baik adalah bukan hanya diri kita, namun juga keluarga kita serta orang-orang disekitar kita.

Semoga bermanfaat, dan bersambung pada cerita Pak Anto membawa temannya yang juga dirundung masalah karena anaknya sedang sakit dan diminta membayar Rp. 17,000,000 untuk biaya pengobatan alternatif.