Ajaibnya Kalimat Ikhlas Yang Tulus.

Ajaibnya Kalimat Ikhlas Yang Tulus.

3 Cerita ini bisa menjadi pelajaran berharga dari seseorang yang pada posisi amat-sangat lemah tak berdaya, tinggal angan dan jiwanya yang memainkan peran dengan amat sangat lemah.
Pertama, seorang Ibu, yang sakit 4 tahun, dan sudah tak berdaya, keadaan ditempat tidur, bahkan untuk miring kekiri/kekanan, memerlukan suaminya untuk membantu, setelah perjuangan mencari kesembuhan dengan berbagai cara medis, alternative dlsb tidak kunjung membaik. Sang Ibu ini kemudian mengiklaskan dengan kalimat sederhana.

Apa yang dilakukan oleh Ibu ini? “sebuah inspirasi tanpa pengetahuan dan kesadaran, namun berserah dan berusaha melakukan sebisanya.  Ketika ada tetangga kerabat yang bezuk, maka Ibu ini meminta maaf, apabila sudah tidak ada umur lagin, namun ketika dia sendiri dia berdoa, Ya Alloh, Apabila hidup saya masih bermanfaat di dunia, sembuhkan sakit saya, namun jika sudah tidak bermanfaat lagi saya ikhlas menerima akhir hidup saya”. Sekitar Sebulan setelah penyerahan doa tersebut Ibu ini sehat dan sekarang Taat Beribadah.

Kedua, Seorang Bapak yang berada dalam acara hajatan tiba-tiba lemas tak berdaya, keringet dingin bercucuran, Bapak ini mencari tempat duduk menuju dinding, dan semakin tidak berdaya, bahkan Bapak inipun duduknya serasa melorot, melorot, pandangan gelap, teman, rekan dikiri kananpun tidak terlihat dan tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Dalam keadaan tak berdaya Bapak ini kemudian berdoa dalam hati. “Ya Alloh, Jika memang ini adalah hari terakhir saya, saya ikhlas”, efek dari doa itu adalah dimulai dari ulu hatinya seakan ada sesuatu yang membuat hangat, hangat, hangat, perlahan namun pasti menjalar ke seluruh tubuh, remang-remang teman melihat menawarkan teh manis, dan sekitar 1 jaman, Bapak ini rada enak, dan bisa pulang kerumah. Saat ini Bapak ini sehat dan berusaha untuk taat menjalankan Ibadah dengan baik. (Ini diceritakan langsung oleh yang bersangkutan kepada saya).

Ketiga, Juga seorang Bapak sedang sakit cukup parah dan lama (tidak disebutkan waktu sakit berapa lama) kondisi juga sudah lemas, tidak berdaya, upaya pengobatan dari keluarga sudah luar biasa tidak menjadikan Bapak ini kunjung sembuh. Di tengah ketidak berdayaannya, Bapak ini kemudian berdoa “Duh Gusti, kulo Ikhlas menawi dipun pundut sak meniko tinimbang nampi gerah mboten wonten obatipun / Ya Alloh, Saya Ikhlas, jika memang di panggil saat ini dari pada menderita sakit yang tidak ada obatnya”. Bapak ini kemudian disehatkan oleh Alloh, dan cerita di atas diceritakan langsung kepada saya, dan saat ini sedang berusaha menjalankan ibadah semampunya.

Saudaraku Semua: Pelajaran apa yang bisa dipetik dari cerita di atas?
1. Ikhlas, Pasrah, Menyerahkan kepada Alloh SWT setulus-tulusnya, sepenuh hati jiwa, raga memberikan efek positif, perhatikan ketiga cerita di atas, kalimat Ikhlas terucap pada orang yang benar-benar tidak berdaya sama sekali untuk bisa hidup. Namun ketiganya saat ini masih sehat wal afiat, karena Karunia Alloh SWT.

2. Beban hidup, masalah kehidupan yang tidak kunjung terselesaikan pada kita tidaklah seberapa dibandingkan ketiga cerita di atas, mereka sudah berada di ujung ajal, namun kalimat ikhlas yang tulus setulus-tulusnya menjadikan sehat, dan diberikan kesempatan oleh Alloh untuk beribadah di dunia, hingga saat ini. Bisa jadi kita sering berkata ikhlas, namun belum tulus, sehingga masalah yang didatangkan pada kita tidak kunjung selesai dengan kebahagiaan.

3. Ego, merasa memiliki kekuatan, memiliki pemikiran, memiliki pengetahuan, bisa ke dokter (bagi yang sakit), memiliki asset (berkaitan dengan masalah ekonomi), bisa menjadi penghambat doa yang kita panjatkan tidak kunjung tembus ke Langit. Perhatikan kembali cerita di atas, kalimat doa Ikhlas dari ketiganya berucap tanpa beban. Dan ternyata Alloh angkat masalah hidupnya yang sudah diujung ajal, disehatkan dan diberi kesempatan untuk Menyembah Alloh.

Semoga cerita ini menjadi inspirasi kepada pembaca, dalam memohon PertolonganNya, dan Alloh segera berikan karunia keiklhasan dalam menjalani hidup yang penuh dengan ketaatan kepada Alloh SWT dan Rosul yang Mulia Nabi Muhammad SAW.
Semoga bermanfaat.

Diceritakan oleh Tri Admin pundiamalku.com

Admin ini  : berusaha di Percetakan CV.Duta Pariwara