Niat Baik – Jadi Tertipu

Niat Baik – Jadi Tertipu

Saya ingat beberapa tahun yang lalu, ketika membaca keluhan seseorang Bos Usaha Industri Rumahan Usaha Kue yang sudah jalan dan memiliki beberapa pegawai.  Kebetulan Bos ini memiliki teman yang belum lama menikah dan merasa kasihan ketika temannya itu minta tolong untuk menerima kerja.  Sang Bos pun menerima dan memberinya pekerjaan, dari membuat adonan (tidak spt pegawai lainnya) kurang gesit dan semangat, memotong kue banyak salah, Demikian ketika dipindahkan ke bagian mengantar kue ke warung dan menagih pun sering salah.

Singkat kata, pegawai baru ini bukannya menguntungkan usaha, Namun merugikan, sehingga dengan berat hati, Bos memberhentikan setelah kerja 1 bulan, dan tidak hanya membayar ½ dari yang disepakati diawal.  Pegawai ini merasa haknya belum dibayar sehingga dia terus meminta kekurangan pembayaran kepada Bos.

Bos Pusing, curhat dan curhatannyanya sampai di Medsos, berbagai macam masukan diberikan oleh teman-teman medsos, ada yang menyarankan membiarkan saja, ada yang menyarankan memenuhi permintaan pegawai yang dianggap merugikan.  Saya mengikuti hingga cukup lama belum juga mengambil sikap.

Kemudian saya memberikan masukan untuk membayar saja, argumentasi saya adalah, pegawai itu adalah ujian bagi Bos, bukankah rejeki, kemudahan yang diterima Bos jauh lebih banyak dari apa yang pegawai terima?

Pelajaran apa yang bisa diambil dari cerita di atas teman-temanku?

Mari kita perhatikan setiap detik waktu kita selalu lebih banyak hitung-hitungan untung rugi dan ujung-ujungnya uang, jika kita salah hitung dan rugi kesel/sedih/marah/menyesal berhari-hari sebaliknya jika kita berhasil memperoleh uang akan semakin sibuk kita mencari peluang baru menambah pundi-pundi uang kita, dan tidak sedikit ketika tumpukan harta itu menggunung, ternyata belum juga membawa kebahagiaan dan ketentraman.

Saudaraku, NAFSU SYAHWAT MEMILIKI HARTA yang tidak dikendalikan dengan selalu memohon BimbinganNya dalam mengelola aset materi, bukan membuat kita semakin dekat kepadaNya, Namun semakin tersiksa akibat beban harta yang kita pikul menjadikan kita jauh dari Rahmat dan RidhoNya.

Solusinya? Menyusul

Semoga bermanfaat, selamat menjalankan sholat Magrib dan setelahnya mari kita isi dengan mengkaji / membaca kitab suci.

Silakan Share Group kita (Terapi hati dengan Qurani)
https://chat.whatsapp.com/KRn0hwCfblKDc1D3mz7wVT

admin Mastri

Admin Mas Tri