Operasi CESAR pelajaran yg baik

Robbana Aatina mil ladunka rahmatan wa hayyi lana min amrina rosyada

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10).

Sering kita mendengar ibu-ibu yang akan bersalin berkonsultasi dengan dokter / bidan, dengan keahlian dokter / bidan perkembangan janin dalam kandungan bisa Analisa dan diperkirakan, posisi janin, waktu kelahiran, detak jantung dan banyak lagi.  Tibalah proses persalinan seorang ibu, rintihan rasa sakit Ibu tersebut membuat suami dan keluarga harap-harap cemas dan terus konsultasi dengan dokternya.

Dan saat ini kita lebih sering mendengar berita kelahiran dengan Cesar daripada normal. Dokter telah bekerja sesuai ilmu pengetahuannya, suami dan keluarga telah menjadi penawar rasa sakit istri yang sedang berjuang melahirkan, proses Cesar itu diambil karena hasil Analisa tidak memungkinkan kelahiran secara normal, bukankah itu masuk akal? lantas apa yang bisa dipelajari?

Saudaraku, rasa sakit adalah pemicu ketakutan / was-was dan berawal dari itulah kepanikan mulai mewarnai kepala kita, jika panik maka kalimat-kalimat tauhid yang terlontar dari bibir kita tidak tembus ke hati dan jiwa, sehingga dalam pengambilan keputusan seringkali melupakan Sang Pencipta. CESAR dianggap sebagai solusi.  Sisi lain, beberapa kali saya mendengar, *Keputusan Cesar* seperti yang disarankan doter tidak diikuti dan alhamdulillah lahir normal dan selamat.

Perhatikan perilaku lain yang diawali dengan Was Was tadi bisa kita amati dari hal-hal yang umum spt,  agar anak lulus ujian (pendekatan guru, cari bocoran), agar anak dapat sekolah favorit (beli bangku), supaya menang tender bekerja sama dengan “Oknum”, agar dagangan laris mencari penglaris, agar tampil percaya diri, terlihat cantik / ganteng “Pasang Susuk, pengin ada penjaga / pelindung melakukan ritual tertentu, dan banyak lagi.”  “Kuncinya adalah ada yang menyarankan dan kita mengikuti sarannya, tanpa mempertimbangkan halal / haram, Alloh Ridho apa tidak karena keterbatasan pengetahuan agama” secara dhohir bisa dilihat berhasil laris, tampil cantik, menang tender, terlihat kuat dlsb, namun amat sangat jarang yang menyadari efek samping yang ditimbulkan dari sebuah keputusan akibat dari *WAS-WAS*.  Seperti Cesar tadi akan ada bekas luka di perut.

qul lan yushiibanaa illaa maa kataba allaahu lanaa huwa mawlaanaa wa’alaa allaahi falyatawakkali almu’minuuna

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At Taubah 51)

*Apa pesan inti dari cerita panjang di atas?*
Bersyukurlah, saudaraku bersyukurlah, bangkitlah dan sadarilah bahwa perjalanan yang salah selama ini masih ada kesempatan untuk bertobat, mari kita mulai dari saat ini, esok dan seterusnya tundukkan dan pasrahkan hati hanya kepadaNya.

Silakan Share Group kita (Terapi hati dengan Qurani)

https://chat.whatsapp.com/KRn0hwCfblKDc1D3mz7wVT

admin Mastri

Admin Mas Tri