Wakaf Produktif

Wakaf Produktif atau Wakaf Tunai

Wakaf produktif, wakaf tunai (wakaf uang), wakaf tanah, wakaf Al-Quran, dan wakaf online semakin marak belakangan ini. Pengertian wakaf adalah menahan harta. Pengelolaan wakaf dalam rangka pengembangan ekonomi umat Islam Nusantara. Tak terkecuali, contoh-contoh wakaf non produktif (wakaf konsumtif). Di Kementrian Agama, juga memuat pemaparan masalah Wakaf Produktif ini.

Wakaf tunai, Apakah dibolehkan? Sejarah wakaf tunai pun merespons, “Boleh!” Itu dalam perspektif Islam. Dengan hadirnya strategi wakaf tunai dan implementasinya,  sungguh sudah saatnya tidak perlu lagi menunda-nunda niat mewakafkan harta. Mulai Rp 50 ribu juga sudah bisa berpartisipasi menjadi bagian umat yang senang beribadah melalui jalur wakaf.

Pundiamalku.com mengelola dana para dermawan, untuk sementara di salurkan ke bidang pendidikan dan masih terbatas pada tingkat lokal, baru tingkat RT. dan RW.  Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu, kami berupaya terus untuk mensosialisasikan program kami bahwa ternyata manfaat dana untuk kepentingan para kaum dhuafa, maupun kaum fakir amat sangat membantu mereka dalam meringankan beban kehidupan yang semakin hari semakin terasa berat.

Kita bisa membaca sejarah tatkala Umar bin Khattab beroleh tanah di Khaibar, ia menemui Nabi Muhammad. Ucapnya, “Wahai Rasulullah, aku beroleh tanah di Khaibar. Belum pernah aku mendapat harta sebaik ini. Apakah yang engkau perintahkan kepadaku?” Sabda Nabi, “Jika engkau suka, engkau tahan (pokok) tanah itu dan engkau sedekahkan (hasilnya), tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak pula diwariskan.” Lantas Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan dari tanah tersebut) kepada hamba sahaya, kelompok fakir, kaum kerabat, sabilillah, dan tamu-tamu.

Menurut Kementrian Agama, wakaf adalah tindakan wakif (pihak yang melakukan wakaf) untuk menyerahkan seluruh atau sebagian harta-benda miliknya untuk kepentingan ibadah dan pengembangan ekonomi umat, selama-lamanya. Dan sejauh ini pengelolaan wakaf tanah lebih dominan untuk masjid (kira-kira 45%). Masih minim untuk pesantren (kira-kira 3%) ini kami masih berada di bagian mendukung program pendidikan pemerintah, meskipun saat ini pemerintah telah banyak berbuat untuk pendidikan negeri kita, namun demikian, luasnya Indonesia, ternyata keluhan para wali murid bisa terobati dengan adanya sedikit dana yang kami kumpulkan dan kami salurkan.

Ke depan kami akan terus berusaha untuk membantu masyarakat bukan saja pada tataran pemberian bantuan pendidikan namun juga berupa permodalan yang diarahkan untuk dikembangkan.  Kami terus berupaya untuk bisa berbuat sesuatu demi kecintaan kami pada negeri dan Islam.